"Ada beberapa dari mereka menyebarkan informasi salah tentang New7Wonders."
Jum'at, 4 November 2011, 09:50 WIB
New7Wonders: Melalui sosial media, kami melihat gelombang besar dukungan bagi Taman Nasional Komodo. (n7w.com)
Di tengah semangat memenangkan Komodo dalam ajang New7Wonders of Nature, datang berita mengagetkan dari Bern, Swiss. Duta Besar RI untuk Swiss, Djoko Susilo mengatakan: "New7Wonders adalah yayasan abal-abal”.
Perkataan Dubes Djoko mengacu pada hasil investigasi alamat penyelenggara Neww7Wonders yang berujung penemuan Museum Heidi Weber. "Ini yayasan abal-abal. Kami sudah tongkrongi, bukan cuma 1-2 jam tapi sehari penuh. Tidak juga ditemukan orang-orangnya," kata Djoko saat diwawancarai VIVAnews.com, Selasa 1 November 2011.
Informasi dari Swiss diperkuat, Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirwandar. "Informasi dari Dubes itu tidak sembarangan. Itu resmi," kata mantan Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata di era Jero Wacik ini.
Sebagai upaya mendapatkan hak jawab, VIVAnews menghubungi pihak New7Wonders. Melalui Head of Communication New7Wonders, Eamonn Fitzgerald membantah informasi yang beredar di Indonesia. "New7Wonders adalah organisasi yang kredibel, profesional, dan bertanggungjawab secara finansial," tegas dia dalam email yang diterima Kamis 3 November 2011.
0 comments:
Post a Comment