ArafahUmat muslim sedunia menuju Padang Arafah untuk berdoa pada prosesi ibadah haji, kemarin. Sekitar 3 juta umat muslim kemarin melakukan wukuf yang merupakan rukun utama ibadah haji. MEKKAH– Sebanyak tiga juta umat Islam dari berbagai penjuru dunia mengikuti prosesi puncak haji, yakni melakukan wukuf di Padang Arafah, kemarin. Padang Arafah yang merupakan tanah lapang di antara gunung-gunung batu ini pun berubah menjadi lautan manusia serbaputih. Sejak Jumat (4/11) petang, gelombang jamaah haji masuk ke lokasi ini. Mereka menempati maktab masing-masing yang disediakan Pemerintah Arab Saudi. Meski demikian, ribuan jamaah kemarin juga banyak yang memilih lokasi wukuf di Jabal Rahmah maupun Masjid Namirah. Sementara itu, jamaah Indonesia yang jumlahnya 221.000 orang ditempatkan di 72 maktab. Wukuf merupakan rukun utama yang harus diikuti seluruh jamaah haji. Di Arafah, jamaah memperbanyak zikir, doa, membaca Alquran, dan ibadah lain dari zuhur hingga matahari tenggelam. Seusai wukuf tadi malam jamaah secara bergelombang langsung menuju Muzdalifah untuk mabit dan mengambil kerikil sebelum bertolak ke Mina. Naib Amirul Haj KH Hasyim Muzadidalamkhotbahwukufdi Arafah berharap jamaah bisa mengisi dan menggunakan waktu yang sangat berkah tersebut untuk perbaikan diri. Baik sebagai hamba Allah maupun bagi sebagian komunitas manusia. Sebagai haji, lanjut mantan Ketua Umum PBNU itu, para jamaah berkewajiban membawa nilai-nilai Arafah untuk kemaslahatan pribadi, keluarga, masyarakat,dan bangsa. ”Dan cara membawakannya di dalam tata kemasyarakatan Indonesia terlebih dahulu tentu harus dilihat secara jujur dan bersih keadaan masyarakat kita, baik dan buruknya,” imbuhnya. Penegakan nilai luhur terhadap diri dan orang lain bukanlah pekerjaan mudah. Namun, betapapun sulitnya penegakan nilai luhur dan nilai kebenaran tidaklah berarti membebaskan seseorang dari kewajiban penegakan itu dalam konteks amar ma’ruf dannahi munkar. ”Kita harus memulai dari diri kita sendiri karena kita tidak mungkin menyatakan kebenaran padahal diri kita penuh kepalsuan. Tidak mungkin kita berteriak kejujuran, padahal kita penuh kebohongan. Kita tidak mungkin berbicara tentang perjuangan dalam kondisi kita sedang memanfaatkan perjuangan untuk diri sendiri.Apabila kondisinya kontradiktif antara anjuran dan kenyataan, yang terjadi adalah kemunafikan,” terangnya. Hasyim juga mengingatkan agar selalu berintrospeksi dan menutup semua kelemahankelemahan agar tidak ada lubang untuk diserang musuh. Kelemahan umat Islam bukan hanya pada akidah dan syariah, tetapi juga tata sosial,misalnya keadilan hukum, kemerataan ekonomi, dan amanat permusyawaratan dari rakyat untuk pemimpinnya dan keteladanan pemimpin untuk rakyatnya. ”Kita tidak mungkin berharap agar tidak ada pihak yang merusak agama dan umat karena hal tersebut telah menjadi bagian dari sunatullah guna menjadi peringatan dan kewaspadaan kepada kaum muslimin,”ujarnya. Sementara Menteri Agama Suryadharma Ali mengajak jamaah haji Indonesia memanfaatkan kesempatan wukuf di Arafah dengan memperbanyak ibadah dan berdoa kepada Allah. ”Karena kesempatan serupa ini belum tentu dapat terulang di masa-masa mendatang.Sebab ibadah haji itu sendiri merupakan panggilan dan anugerah Allah kepada hamba-hambanya yang terpilih untuk berziarah dan berkunjung ke Baitullah serta melaksanakan rangkaian ibadah haji lainnya,” ujar Suryadharma dalam sambutannya saat wukuf di Arafah kemarin. Selaku penyelenggara ibadah haji, lanjut Suryadharma, pihaknya telah membekali jamaah haji Indonesia dengan doa dan khotbah wukuf serta doa untuk keselamatan bangsa dan negara Indonesia melalui ketua-ketua kloter. Sebelumnya, Suryadharma Ali menyempatkan diri memantau kondisi di tenda-tenda jamaah. Di antaranya tenda jamaah asal Maluku dan Tasikmalaya di Maktab 9 serta jamaah asal Depok di Maktab 48. Dalam kesempatan itu, Menag menanyakan secara langsung kualitas layanan yang diberikan oleh PPIH Arab Saudi. Beberapa jamaah mengaku puas dengan layanan penyelenggara haji tahun ini. ”Hanya proses antrean makan malam saat pertama tiba dari pemondokan di Mekkah yang agak semrawut, tetapi makan pagi tadi sudah tertib,” ujar Najwan Noer, jamaah asal Banjarmasin. Dari pantauan SINDO, antrean untuk makan masih panjang. Di beberapa tempat makan, antrean masih satu jalur. Salah satunya di Maktab 47 tempat tenda jamaah kloter 32,Embarkasi Surabaya.Padahal pihak muasasah menjanjikan semua antrean di tempat makan per rombongan terdiri atas dua jalur. Namun secara umum, proses antrean berjalan lancar, jamaah dengan sabar bergantian mengambil makanan dan buah yang disediakan. Naib Amirul Haj Abdul Mu’ti menyoroti fasilitas MCK yang terbilang minim dibandingkan dengan jumlah jamaah. Akibatnya, jamaah antre cukup lama saat ingin ke kamar kecil. ”Kita berharap pemerintah mengusulkan penambahan fasilitas MCK kepada otoritas haji Arab Saudi,” ujar Sekretaris PP Muhammadiyah itu. Tiga Jamaah Wafat Sebanyak tiga jamaah haji Indonesia meninggal dunia dalam prosesi Arafah. Mereka adalah Kasirudin Rada Tajam, 63, jamaah kloter 50 Embarkasi Solo, Nyohadi Mujasim Aripuro,63,dari kloter 22 JKG, dan Suminto Sukna Pukmi,70, dari kloter 22 Embarkasi Surabaya. Total jamaah meninggal hingga hari ini 117 orang dengan perincian di Jeddah 4 orang, Madinah 25 orang, Mekkah 85 orang,dan Arafah 3 orang. |
Sunday, 6 November 2011
Wujudkan Kemaslahatan dari Nilai
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
ArafahUmat muslim sedunia menuju Padang Arafah untuk berdoa pada prosesi ibadah haji, kemarin. Sekitar 3 juta umat muslim kemarin melakukan wukuf yang merupakan rukun utama ibadah haji.
0 comments:
Post a Comment